Mengenal Bentuk atau Desain Atap Rumah

Mengenal Bentuk atau Desain Atap Rumah




Berbagai macam bentuk dan desain atap rumah - Atap rumah merupakan bagian dari bangunan yang berfungsi sebagai Epilog/pelindung bangunan dari Hangat terik matahari dan hujan sehingga membagikan kenyamanan untuk pengguna bangunan. Seiring dengan semakin berkembangnya dunia arsitektur, peran atap rumah selain di fungsinya juga telah menyangkut di tampilan atap yang saat ini telah menjadi hal penting untuk membantu Estetika suatu rumah.

Banyak pilihan untuk yang ingin membangun rumah baru atau merenovasi supaya lebih bagus. Bagian terpenting dari rumah yang bakal di renovasi merupakan atap. Beberapa bentuk desain atap rumah yang Bisa digunakan dalam membangun rumah antara lain :

Atap Perisai



Bentuk atap perisai merupakan pengembang dari atap pelana, berupa bidang yang miring di semua sisinya, dan terbentuk dari dua bidang segitiga dan dua bidang trapesium. Sudut yang digunakan di atap perisai sekitar 30 derajat - 40 derajat.


Keunggulan dalam pemakaian atap perisai itu hampir semua dinding luar terlindung dari Hangat terik matahari dan air hujan sebab bentuknya yang miring di semua sisinya, dan arah angin yang menerpa rumah dibelokkan ke atas sehingga mengurangi resiko kerusakan struktur dan kebocoran berupa rembesam air, akan tetapi struktur dan konstruksinya lebih kompleks, dibutuhkan perencanaa dan perhitungan yang lebih rumit dan lebih teliti. Jumlah Epilog atap yang cukup banyak mengakibatkan banyaknya sambungan atap yang menimbulkan resiko kebocoran lebih besar. Sebagai pencegah, sebaiknya di setiap sambungan atap diberi pelapis anti bocor (waterproof). Material yang digunakan untuk rangka struktur lebih banyak sehingga relatif lebih boros. Ada baiknya memakai rangka atap baja ringan sebab mempunyai daya tahan yang bagus.


Atap Pelana



Bentuk atap ini sangat sederhana, sebab itu banyak dipakai untuk bangunan atau rumah di masyarakat kita. bidang atap terdiri dari dua sisi yang bertemu di satu garis pertemuan yang disebut bubungan. Untuk rumah dengan gaya tradisional ataupun modern, atap pelana ini juga sangat cocok. Desain dari atap pelana tersebut mempunyai kemiringan sekitar 35 derajat. Kemiringan tersebut Bisa menciptakan daya serap radiasi dan Hangat dari matahari amat bagus, juga guyuran dari hujan akan Cepet dengan mudah mengalir ke bawah untuk selanjutnya dibuang melalui selokan.


Selain itu dalam pengerjaannya atap pelana membutuhkan bahan yang sedikit sebab konstruksinya lebih sederhana, membuat proses pengerjaan atap pelana jadi lebih Cepet.

Atap Sandar




type atap sandar biasa digunakan untuk bangunan – bangunan tambahan misalnya; selasar atau emperan, namun sekarang atap type ini juga dipakai untuk rumah - rumah modern. Beberapa arsitek mengadopsi type atap ini setelah itu menggabungkannya dengan atap type pelana. Atap sandar biasa disebut dengan atap tempel. Umumnya terdiri atas dua bidang atap miring. Bagian tepi atasnya bersandar atau menempel di tembok bangunan.


di bentuk atap sandar memakai konstruksi setengah kuda – kuda untuk mendukung balok gording. Kemiringan atapnya Bisa diambil 30 derajat atau 40 derajat bila memakai bahan Epilog dari genteng. Untuk bahan Epilog dari semen asbes gelombang dan seng gelombang kemiringan atapnya Bisa diambil 20 derajat atau 25 derajat, yang di pemasangannya tak memerlukan reng.

Atap Datar



Atap ini dari segi pembuatannya paling sederhana, demikian juga penampakannya. Umumnya atap datar terbuat dari beton yang dibuat langsung/dicor di saat proses bangun rumah. Dari segi biaya juga lebih murah sebab simple. Dari segi jumlah bahan-bahan yang dibutuhkan lebih sedikit (jelas!), kemiringan atap datar Anemia dari 10 derajat.


Kerugian pemakaian atap jenis ini untuk rumah tinggal merupakan Anemia mampu mengalirkan air sehingga berpotensi menimbulkan genangan yang memungkinkan terjadinya kebocoran. Material beton memiiki sifat Anemia mampu menyerap Hangat sehingga beresiko menyebabkan ruang di bawahnya menjadi lebih Hangat. solusinya merupakan dengan membagikan ruang untuk sirkulasi udara di antara atap dan plafon selebar 30-50 cm.

LihatTutupKomentar