Kursus Mengaji Terbaik Di Kota Jember


Assalamu’alaikum, Mengapa Perlu Menggunakan Jasa Kursus Mengaji di Kota Jember ?

Kaum Muslimin di Kota Jember menyadari dan memahami kebutuhan akan pentingnya mengusai hukum bacaan dan tata cara membaca Al quran yang baik dan benar. Namun kenyataannya tidak mudah mendapatkan kursus guru ngaji terdekat di Kota Jember terutama bagi Anda yang sudah dewasa, anda pasti malu jika harus belajar beramai-ramai dengan orang lain.

Pentingnya membaca Alquran dengan Benar

Al quran merupakan kitab suci serta panduan penting seorang muslim sehingga sudah sewajarnya bagi anda yang beragama islam harus mampu membacanya dengan baik dan benar.

Baik dengan nada yang enak didengar serta benar sesuai dengan tajwidnya membacanya dengan Tartil adalah hal yang wajib dikuasai Allah Subhanahu wata ‘ala berfirman dalam surah al muzammil ayat ke -4 yang berbunyi Wa Rottilil Qur ana Tartla yang berarti ” bacalah quran secara tartil”.

Dewasa ini, berbagai macam metode belajar membaca Al-Qur’an sudah banyak macamnya dan beraneka ragam. Bahkan ada yang menjanjikan berhasil dengan hitungan beberapa jam atau dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Garis besar metode-metode yang ditawarkan tersebut adalah mengajak mencintai Al-Qur’an pada tahap pertama, yakni bisa membacanya. Pada tahap berikutnya tentu diharapkan bisa memahami dan mengamalkan isi kandungannya.

Kursus Mengaji Terbaik Di Kota Jember berfokus bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan Anda.Kursus Mengaji Terbaik Di Kota Jember menyediakan layanan Les Privat Mengaji untuk Semua Usia:

  • Les Privat Iqra
  • Les Privat Qiroah (membaca Alquran)
  • Les Privat Tahfidz (menghafal Alquran)
  • Les Privat Baca Tulis Alquran
  • Les Privat Tartil
  • Les Privat Tajwid

Keunggulan Kursus Mengaji Terbaik Di Kota Jember :

  • Les Privat untuk Semua Usia
  • Lama belajar 1.5 jam per sesi
  • Jadwal mengaji fleksibel ditentukan oleh siswa dan orangtua
    Les Privat dilaksanakan di rumah atau lokasi lain yang ditentukan siswa
  • Guru mengaji dari Pondok Pesantren, ahli ngaji yang mempunyai pengetahuan ke-Islaman yang tinggi
  • Diajarkan mengaji hingga benar-benar bisa
  • Pergantian guru ngaji apabila merasa tidak cocok

Seorang Mukmin adalah Orang yang Takut dengan Azab Allah

Diantara sifat seorang mukmin disebutkan Allah Ta’ala dalam firmannya Surat Al Ma’arij, Allah berfiman:

إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا ١٩ إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعٗا ٢٠  وَإِذَا مَسَّهُ ٱلۡخَيۡرُ مَنُوعًا ٢١  إِلَّا ٱلۡمُصَلِّينَ ٢٢ ٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ دَآئِمُونَ ٢٣  وَٱلَّذِينَ فِيٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ حَقّٞ مَّعۡلُومٞ ٢٤ لِّلسَّآئِلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ ٢٥  وَٱلَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ ٢٦ وَٱلَّذِينَ هُم مِّنۡ عَذَابِ رَبِّهِم مُّشۡفِقُونَ ٢٧

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat. Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya. Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu. Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta). Dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan. Dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya” (QS. Al Ma’arij [70]: 19-27)

Orang yang beriman adalah orang yang takut dengan siksa Allah Ta’ala. Tidak merasa dirinya telah aman dari siksaan Allah Ta’ala. Mereka tidak mengatakan kepada dirinya: “Kami muslim, kami telah melakukan amalan shalih, maka amal itu akan melindungi kami dari siksa Allah”. Akan tetapi dengan amalan yang mereka lakukan, mereka tetap merasa takut dengan siksa Allah Ta’ala. Khawatir dengan amalannya jika tidak diterima. Oleh karena itu, orang beriman selain mengharap kasih sayang Allah Ta’ala, mereka juga orang yang terus menerus hatinya takut dengan siksa Allah Ta’ala.

Seorang Mukmin Memiliki Rasa Takut dan Harap

Ciri orang beriman adalah mereka yang menggabungkan dua hal, yaitu

  • Rasa takut (الخوف) akan azab Allah
  • Rasa harap (الرجاء) dari rahmat Allah.

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman

وَٱلَّذِينَ يُؤۡتُونَ مَآ ءَاتَواْ وَّقُلُوبُهُمۡ وَجِلَةٌ أَنَّهُمۡ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ رَٰجِعُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” (QS. Al-Mu’minun[23]: 60)

Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah shalallallahu ‘alaihi wa sallam

قالت عائشة أهم الذين يشربون الخمر ويسرقون قال لا يا بنت الصديق ولكنهم الذين يصومون ويصلون ويتصدقون وهم يخافون أن لا يقبل منهم أولئك الذين يسارعون في الخيرات

Aisyah bertanya, “Apakah orang yang dimaksud adalah orang yang meminum khamr dan mencuri?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Bukan wahai anak dari As-Shiddiq, akan tetapi mereka adalah orang yang berpuasa, mengerjakan shalat, mereka shadaqah, namun mereka khawatir amalnya tidak diterima. Oleh karena itu mereka adalah orang-orang yang bersegara dan terdepan dalam kebaikan.” (HR. Sunan At-Tirmidzi 3175, Ibnu Majah 3198, dari Hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha)

Dalam riwayat lain,

وَلَكِنَّهُ الَّذِي يُصَلِّي وَيَصُومُ وَيَتَصَدَّقُ وَهُوَ يُخَافُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ

“Akan tetapi mereka orang yang mengerjakan shalat, berpuasa, bersedekah, dan mereka takut kepada Allah azza wa jalla” (HR. Ahmad, dalam musnad Imam Ahmad no. 25263)

Dua Hal Besar Penyebab Kebinasaan

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasannya beliau mengatakan

الهلاك في اثنتين، القنوط، والعجب

Kebinasaan ada pada dua hal: Putus asa (dari rahmat Allah) dan membanggakan diri (dengan amalannya).” (Diriwayat Ibnu Hajar Al Haitami (1/121))

Tidaklah diragukan bahwa azab atau kebinasaan memiliki banyak sebab, akan tetapi dua hal ini adalah dua faktor yang paling besar yang menyebabkan azab Allah.

Putus Asa dari Rahmat Allah

Yang dimaksud dengan القنوط adalah “putus asa”, yakni putus asa dari kasih sayang Allah Ta’ala. Ada orang yang telah terlanjur melakukan perbuatan dosa. Dia mengira bahwa Allah Ta’ala tidak akan mengampuninya setelah sangat besar dosanya. Maka ini adalah pikiran yang salah. Tidak sepatutnya seorang manusia seberapa besar dosanya dia putus asa dari kasih sayang Allah Ta’ala. Dan begitu pula tidak boleh bagi yang lain memvonis pelaku maksiat tersebut adalah orang yang tidak akan mendapatkan kasih sayang atau ampunan Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Az-Zumar

قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar[39]: 53)

Maka menjadi kewajiban seorang muslim untuk segera bertaubat kepada Allah Ta’ala ketika telah melakukan kesalahan, berharap ampunan-Nya, dan tidak putus asa dari kasih sayang-Nya.

Berbangga Diri atas Amalannya

Begitu pula tidak layak bagi seorang itu bangga dengan amalnya. Dia meyakini bahwa dia telah melakukan ketaatan dan amal shalih. Akan tetapi wajib baginya menganggap dirinya tidak sempurna. Hendakalah dia terus khawatir dengan azab Allah Ta’ala. Dan yang terbaik adalah menggabungkan dua keadaan sekaligus, yaitu: mengharap kasih sayang Allah Ta’ala dan takut dengan siksa Allah Ta’ala.  Artinya, menjadi kewajibannya untuk menggabungkan rasa takut dan harap. Maka tidak hanya berharap saja sebagaimana keadaan Murjiah, yang mengatakan bahwa amalan fisik tidak ada hubungannya dengan iman, karena Murjiah beranggapan: “Asalkan seorang itu beriman, maka maksiat apapun yang dia lakukan tidak membahayakannya.” Tidak pula seorang itu putus asa dari kasih sayang Allah Ta’ala disebabkan kesalahannya, maka dia berkeyakinan kalau dia telah binasa, sebagaimana keadaan Khawarij yang mengatakan: “Siapa yang melakukan dosa besar maka dia keluar dari Islam.”

Maka hendaklah seorang muslim menjauhi dua jalan yang rusak ini. Hendaklah dia berjalan sebagiamana jalan Ahlussunnah wal jama’ah, yaitu menggabungkan rasa takut dan rasa harap. Merasa khawatir atau takut melakukan dosa yang mereka lakukan dan berharap kasih sayang Allah Ta’ala. Jalan Ahlussunnah wal Jama’ah adalah jalan yang ditempuh para rasul. Mereka tidak merasa takut dengan ketakutan yang berlebihan sehingga membuat mereka berputus asa dari kasih sayang Allah Ta’ala. Tidak pula berharap dengan harapan berlebihan yang itu menyebabkan mereka merasa aman dari azab Allah Ta’ala.

Perdalam Ilmu Fiqih

Hendaklah manusia, yang memanfaatkan berbagai fasilitas dan perhiasan dunia ini, memperbaiki amalnya. Sehingga bermanfaat untuk dirinya dan orang sekitar, baik untuk kehidupan saat ini, atau kehidupan di masa mendatang.

Nah Para Sahabat Santren, Agar kita bisa menjadi hamba allah yang senantiasa taat akan perintahnya kita harus banyak memperdalam ilmu ilmu Islam seperti ilmu fiqih.

Untuk memahami ilmu fiqih kita harus rajin belajar atau mencari berbagai macam informasi untuk memperdalam Agama Islam Kita.

Namun Dalam kesibukan dan rutinitas sehari-hari, seberapa seringkah kamu berfikir untuk meluangkan waktu untuk memperdalam Agama Islam atau mengaji?

Apalagi Sahabat yang sibuk bekerja dan susah memiliki waktu luang, tetapi jika memiliki waktu luang kamu enggan pergi ke tempat pengajian sekitar atau guru ngaji terdekat karena macet dan malah menghabiskan waktu hanya dengan bermain Gadget.

Jangan sampai kita termasuk mereka yang hatinya penuh cinta terhadap dunia sehingga tidak memiliki waktu untuk mencari ilmu agama dan mengaji ya Sahabat Santri.

Adakah solusi untuk situasi seperti ini?

Solusi terbaiknya adalah menggunakan jasa guru les privat. kamu tidak perlu susah payah menghabiskan waktu dan tenaga untuk datang ke tempat les.

Apalagi jika les privat tersebut menawarkan jadwal yang bisa ditentukan sendiri, kamu bisa memilih jadwal mengaji sesuai keinginanmu.

Salah satu lembaga les privat mengaji adalah Nyantren. Nyantren menyediakan jasa Guru Ngaji Privat untuk Anak, Orang Dewasa, Pemula dan Mualaf.

Mengenal Les Privat Ngaji

Les privat ngaji merupakan sebuah sarana yang tepat bagi Sahabat Santri yang ingin belajar Agama Islam lebih dalam, karena kita bisa langsung menanyakan pelajaran yang kita kurang paham.

Kita juga bisa sekaligus belajar cara mengaji yang benar sesuai hukum tajwid. Sahabat Santri bisa belajar Al-Qur’an dengan guru yang sudah bagus bacaannya dan bacaan kita dapat langsung diperbaiki.

Selain itu, Sahabat Santri juga bisa menghemat tenaga dan waktu untuk datang ke tempat belajar mengaji, sehingga Sahabat Santri bisa lebih fokus ke pelajaran dan juga kita bisa memilih jadwal mengaji sesuai waktu luang yang dimiliki.

LihatTutupKomentar